Tidak

Laila Tifah // Akrilik, pensil, arang di atas kanvas // 85 cm x 130 cm // 2021

Manusia dapat digambarkan sebagai gunung es. Bagian atas dari gunung es, hanyalah bagian kecil yang terlihat, diibaratkan sebagai bahasa tubuh kita yang meliputi perilaku, tindakan, dan keputusan.

Sedangkan bagian terbesarnya, adalah pikiran bawah sadar, bagian yang tidak terlihat yang menentukan bagaimana kita bertindak, berperilaku dan membuat keputusan. Bagian inilah yang akan menentukan hasil apa yang akan kita dapatkan.

Saya tinggal di Indonesia dengan keanekaragaman suku, ras, agama dan kepercayaan. Dari kecil biasa bergaul dengan keanekaragaman tersebut dan dididik untuk menghormati perbedaan yang ada. Pendidikan tersebut berasal dari orang tua saya yang biasanya berupa nasehat, juga melalui mata pelajaran kebangsaan, moral, dan agama di sekolah. Namun seiring waktu, saya pun mulai merasakan, secara pelan dan pasti, mulai ada nilai-nilai yang tergerus dalam masyarakat Indonesia dalam menghargai perbedaan tersebut. Secara universal, kejadian ini dialami di semua belahan dunia manapun.

Sesuatu yang tidak dapat dihindari adalah makin terbukanya dunia ini. Kita dapat mengakses berita dari mana saja, juga menerima pengaruh suatu paham atau ideologi, yang dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar kita. Untuk itulah, dalam karya ini, saya berulang-ulang menulis kata “tidak” sehingga bisa menjadi mantra dan mempengaruhi pikiran bawah sadar saya. Kata “tidak” ini akan membawa suatu hal yang positif tergantung kalimat berikut yang menyertainya. Misalnya, tidak merasa benar sendiri, tidak menghalangi orang lain melakukan ibadah, tidak melakukan tindakan intoleransi, tidak menindas, tidak arogan dan lain-lain yang daftarnya tentu akan sangat panjang sekali. Namun semua itu akan membawa kepada suatu sikap dalam keseharian saya dalam memandang suatu perbedaan dan keanekaragaman yang sudah ada.